Sastra Dalam Pandangan Islam
Sastra Dalam Pandangan Islam
Sastra Pada masa
Jahiliyah :
Dahulu sastra itu di salah gunakan
(sesat) seperti membuat patung-patung berhala untuk pemujaan Tuhan maupun
pemujaan terhadap raja-raja terdahulu.
Sastra setelah
datangnya Islam :
Terdapat dalam surat Asy Syu’araa
ayat 221-227 yang artinya apakah akan aku beritahukan kepadamu, kepada siapa
syaitan-syaitan itu turun? Mereka turun pada tiap-tiap pendusta lagi yang
banyak dosa. Mereka menghadapkan pendengaran (kepada syaitan) itu, dan kebanyakan
dari mereka adalah orang-orang pendusta. Dan penyair-penyair itu diikuti oleh
orang-orang yang sesat. Tidaklah kamu melihat bahwasannya mereka mengembara di
tiap-tiap lembah. Dan bahwasannya mereka suka mengatakan apa yang mereka
sendiri tidak mengerjakan(nya)? Kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang
beriman dan beramal shaleh dan banyak menyebut nama Allah dan mendapat
kemenangan sesudah menderita kezaliman. Dan orang-orang yang zalim itu kelak
akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali.
Pendapat Ahli Sastra :
·
Menurut U.U Hamidy (1983) :
Firman Allah SWT itu sebenarnya lebih
tepat dipandang sebagai suatu pedoman yang mencoba membuat kategori antara
penyair yang beriman dan penyair yang tidak beriman. Terdapat di dalam surat Al
Baqoroh ayat 23-24.
·
Menurut Hamka (1963) dan Hamid
(1984) :
Sastra melayu Islam adalah karya sastra yang
menghargai wahyu. Bagi sastra melayu kegiatan sastra tak mungkin terwujud tanpa
sandaran kepada moral Islam, sebab sastra yang lahir tanpa kaidah moral (aqidah)
akan menjadi sastra yang liar dan dapat membahayakan akal-budi manusia.
Contoh Karya Sastra Islam
1.
Hikayat Nabi Muhammad dengan Iblis
2.
Hikayat Nabi mengajar Ali
3.
Hikayat Nabi mengajar anaknya
Fatimah
4.
Hikayat Muhammad Ali Hanafiah
5.
Hikayat Samaun
6.
Hikayat Amir Hamzah
7.
Hikayat dengan orang miskin
8.
Hikayat puteri Salamah yang berisi
nasihat Nabi tentang tugas seseorang istri dalam Islam
Pengaruh Islam
terhadap Karya Sastra Melayu Klasik
Pada mulanya
orang melayu sudah memiliki bahasa sendiri sebelum peradaban Hindu masuk ke
Nusantara. Akan tetapi ketika Islam datang tidak ditemukan adanya perkembangan
kesustraan Melayu Klasik dalam bentuk tulisan. Dengan demikian dapat
disimpulkan bahwa semua hasil kesusastraan Melayu Klasik tertulis itu lahir
setelah datangnya Islam. Setelah datang sastra dibawakan oleh para ulama dan
sudah banyak bukti ke otentikannya.
Komentar
Posting Komentar