Aksi Nyata : Membuat / Memodifikasi Rancangan Pembelajaran - Guru dan Kepala Sekolah
Membuat / Memodifikasi Rancangan Pembelajaran - Guru dan Kepala Sekolah
oleh: Uswatun Hasanah, M.Pd
Pengertian Modul Ajar
Modul Ajar adalah salah satu jenis perangkat ajar
dalam Kurikulum Merdeka yang dirancang secara lengkap dan sistematis sebagai
panduan dan pedoman guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Mengingat
pentingnya peranan Modul Ajar ini, maka harus disusun secara lengkap dan
sistematis. Lengkap artinya sebuah modul ajar harus memuat semua komponen yang
telah ditentukan, sedangkan sistematis berarti modul ajar harus disusun secara
urut mulai dari pembukaan, isi materi, dan penutup sehingga memudahkan siswa
belajar sekaligus memudahkan guru dalam menyampaikan materi.
Modul Ajar yang tidak lengkap dan tidak sistematis
akan menyebabkan guru kesulitan dalam meningkatkan efektivitas mengajar. Dampak
ini juga dapat diterima siswa karena materi yang disampaikan guru tidak
sistematis sehingga siswa pun kebingungan dalam memahami materi. Selain
itu, Modul Ajar juga disusun sesuai dengan fase atau tahap perkembangan siswa,
mempertimbangkan apa yang akan dipelajari dengan tujuan pembelajaran, dan
berbasis perkembangan jangka panjang.
Karakteristik Modul Ajar
1.
Esensial
Modul ajar bersifat esensial artinya
pemahaman konsep dari setiap mata pelajaran bisa diambil dari pengalaman
belajar dan lintas disiplin.
2.
Menarik, Bermakna, dan Menantang
Artinya, Modul Ajar dapat menumbuhkan
minat belajar siswa serta melibatkan mereka secara aktif dalam proses
belajar. Selain itu, Modul Ajar juga harus berhubungan dengan
pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki sebelumnya sehingga tidak terlalu
kompleks, tetapi juga tidak terlalu mudah untuk tahapan usia siswa sehingga
siswa dapat mencapai Capaian Pembelajaran dengan baik.
3.
Relevan dan Kontekstual
Kriteria Modul Ajar berikutnya adalah
relevan dan kontekstual. Ini artinya, Modul Ajar dapat terhubung dengan
pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki oleh siswa sebelumnya, serta sesuai
dengan konteks di waktu dan tempat siswa berada.
4.
Berkesinambungan
Berkesinambungan
berarti adanya hubungan atau keterkaitan alur kegiatan pembelajaran
yang sesuai dengan fase belajar siswa.
5.
Penyajian
Dalam penulisan modul ajar, guru sebaiknya
menggunakan bahasa dan visual yang sederhana, mudah dipahami, dan disajikan secara
menarik.
6.
Kelengkapan
Kelengkapan berarti Modul Ajar memuat
seluruh komponen yang dibutuhkan, mulai dari informasi umum, capaian dan tujuan
pembelajaran, detail rancangan penggunaan, hingga detail pertemuan.
Prinsip Dasar
Penyusunan Modul Ajar
Sebelum membahas cara menyusun Modul Ajar, ada beberapa prinsip dasar
penyusunan Modul Ajar yang perlu Bapak/Ibu guru perhatikan. Berikut
prinsip-prinsip dasarnya yang dilansir dari laman PPG SIMPKB.
- Karakteristik,
kompetensi dan minat peserta didik di setiap fase.
- Perbedaan tingkat
pemahaman, dan variasi jarak (gap) antar tingkat kompetensi yang bisa
terjadi di setiap fase.
- Melihat dari sudut
pandang pelajar, bahwa setiap peserta didik itu unik.
- Bahwa belajar harus
berimbang antara intelektual, sosial, dan personal dan semua hal tersebut
adalah penting dan saling berhubungan.
- Tingkat kematangan
setiap peserta didik tergantung dari tahap perkembangan yang dilalui oleh
seorang peserta didik dan merupakan dampak dari pengalaman sebelumnya.
Cara Menyusun Modul Ajar
Setelah memahami setiap komponen, kriteria, dan prinsip penyusunan Modul
Ajar, sekarang Bapak/Ibu guru sudah bisa menyusun modul Ajar. Berikut
langkah-langkah penyusunannya.
- Menganalisis kondisi
dan kebutuhan guru dan siswa berdasarkan latar belakang, serta sarana dan
prasarana yang tersedia di sekolah, sekaligus kemampuan dan kreativitas
yang dimiliki oleh guru.
- Mengidentifikasi dan
menentukan dimensi Profil Pelajar Pancasila. Pada langkah ini, guru dapat
memilih beberapa dimensi Profil Pelajar Pancasila yang paling memungkinkan
untuk dikembangkan dalam pembelajaran. Misalnya, untuk materi Pancasila
pada mapel PPKn, dimensi Profil Pelajar Pancasila yang dipilih adalah
berkebinekaan global dan bernalar kritis.
- Menentukan Alur Tujuan
Pembelajaran (ATP) yang akan dikembangkan menjadi Modul Ajar.
- Menyusun Modul Ajar
berdasarkan komponen yang tersedia. Pada langkah ini, guru juga bisa
menambahkan komponen lain yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.
- Setelah Modul Ajar
selesai disusun, guru dapat langsung menggunakannya dalam kegiatan
pembelajaran.
- Setelah melakukan
kegiatan pembelajaran, guru dapat melakukan evaluasi mengenai efektivitas
Modul Ajar dalam kegiatan pembelajaran sekaligus menentukan tindak lanjut
untuk pembelajaran selanjutnya.
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
Terima kasih untuk pembahasan mengenai modul ajar bu. Sangat bermanfaat.
BalasHapusTerima kasih, pembahasan ini sangat membantu saya dalam membuat modul ajar
BalasHapusBetul sekali modul ajar yang tidak lengkap dan tidak sistematis akan menyebabkan guru kesulitan dalam meningkatkan efektivitas mengajar.
BalasHapusModul Ajar juga harus berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki sebelumnya sehingga tidak terlalu kompleks, tetapi juga tidak terlalu mudah untuk tahapan usia siswa sehingga siswa dapat mencapai Capaian Pembelajaran dengan baik. Terima kasih, ini sangat bermanfaat
BalasHapus